Video/Multimedia Player Favorit

Saya mengenal perangkat lunak pemutar file video sejak menggunakan Windows 98SE bersamaan dengan meledaknya tren VCD di Indonesia. Saat itu paman saya membeli komputer rakitan dengan processor Intel Celeron (Mendocino) 400 MHz dan pada komputer tersebut sebagaimana lazimnya komputer rakitan kala itu sudah dipasangkan berbagai perangkat lunak mayoritas bajakan tentunya.

Windows Media Player sudah tersedia pada Windows 98SE tetapi dukungan terhadap VCD seingat saya belum tersedia bahkan belum bisa memutar file MP3. Hal ini mendorong popularitas dua perangkat lunak yaitu Winamp sebagai pemutar file MP3 dan XingMPEG Player sebagai pemutar file video (dalam hal ini VCD) sangat populer di kalangan pengguna komputer. Setidaknya di Bandung saat itu saya perhatikan pada pada berbagai komputer dengan sistem operasi windows dan memiliki kemampuan multimedia (masih banyak yang menggunakan Intel Pentium 133Mhz atau 166Mhz dengan tambahan MPEG-Card) yang saya temui, Winamp dan XingMPEG Player menjadi aplikasi wajib. Dibalik dukungannya terhadap MP3 maupun VCD kedua perangkat lunak tersebut sukses karena ringan dan memiliki antar muka sederhana.

Saat ini saya menggunakan beberapa sistem operasi, pada Windows atas informasi hky saya baru mengetahui ada pengembangan dari Mplayer yang menarik dan tersedia untuk berbagai sistem operasi yang bernama mpv, saya sendiri baru menggunakannya di windows dan sangat menyukainya. Media player ini terasa ringan, mendukung berbagai jenis file (container) maupun codec video yang bermacam-macam dengan antar muka sederhana yang menarik.

mpv

tampilan mpv pada windows

Selain mpv, pemutar video lain yang menarik adalah Kodi yang dulu bernama XBMC. Kodi memiliki fitur sangat lengkap, kodi bisa menandai apa saja file yang sudah selesai kita putar bahkan bila belum selesai ketika diputar kembali akan melanjutkan dari posisi terakhir selain itu sangat banyak plugin yang tersedia, salahsatu yang amat saya sukai adalah plugin pencarian subtitle yang bisa mengambil subtitle otomatis dari internet. Keunggulan kodi sekaligus menjadi kelemahannya, karena mengusung begitu banyak fitur walaupun sudah menggunakan antar muka menarik kodi terasa tidak praktis digunakan bila hanya untuk memutar file video sesekali saja. Selain pada windows saya juga menggunakan kodi pada linux, tidak ada perbedaan berarti antara versi windows maupun linux.

kodi

Tampilan kodi 15.0 (Isengard)

Sebelum mengenal mpv, pemutar video yang terasa ringan, sederhana dan nyaman digunakan pada windows menurut saya adalah adalah media player classic yang dipaket dengan kumpulan codec disebut ccc-p.

Pada Linux selain kodi, saya masih setia menggunakan MPlayer. Perangkat lunak yang membuat saya sempat terkagum-kagum dengan kesederhanaan dan fitur yang dimilikinya.

Saya juga sempat menggunakan MacOS sekitar tahun 2010 hingga 2012 dalam bentuk Macbook White. Saat itu ada dua pemutar video yang saya sukai, walaupun tersedia pada sistem operasi lain Mplayer dan VLC versi Mac adalah yang paling nyaman digunakan dibandingkan versi Windows ataupun Linux-nya.

Pada telepon genggam Motorolla Moto-G yang saya pakai dengan sistem operasi Android saya memasang MXPlayer, cukup puas dengan kinerjanya yang masih sanggup memutar film dengan resolusi 720p.

Itu adalah daftar pemutar video favorit saya, apa saja pemutar video favorit anda?


profile-avatar Vicong

Menulis apapun yang dianggap menarik.

Respons

Beri Respons