Mengatur Tab “Wajib” dengan Fitur Pin Tab pada Browser

Dalam kegiatan menjelajah internet dengan peramban web, saya yakin sebagian besar dari kita mempunyai setidaknya satu atau beberapa situs web yang “wajib” kita buka entah itu email, media sosial, portal berita, website pribadi, atau lainnya. Biasanya situs-situs web ini yang selalu kita akses pertama kali dan yang paling sering kita gunakan dibanding situs-situs lainnya. Pilihan setiap orang mungkin berbeda-beda, tapi bagi saya pribadi tab-tab website “wajib” tersebut adalah Gmail, Google Analytics, WordPress.org dan tentu saja riftom.com 🙂 .

Sebelum saya mengetahui adanya fitur “Pin Tab” pada Google Chrome ini, setiap hari saya selalu membuka tab-tab “wajib” saya pertama kali dan mengatur letaknya agar selalu berada di ujung sebelah kiri browser. Hal ini saya lakukan agar tab-tab “wajib” tersebut mudah diakses, dan tidak tercampur-aduk dengan tab-tab lain yang sedang saya buka mengingat saya bisa membuka sampai puluhan tab 😀 . Padahal semua proses ini sudah difasilitasi oleh fitur “Pin Tab” pada peramban Google Chrome yang saya gunakan, dan saya kira tidak semua pengguna Chrome sudah tahu tentang fitur “Pin Tab” ini. Untuk peramban web lainnya seperti Mozilla Firefox dan Opera juga memiliki fitur “Pin Tab” ini.

Untuk mulai mengatur tab-tab “wajib” tersebut, cukup dengan klik kanan pada tab yang dimaksud kemudian klik menu Pin tab (untuk setelan peramban berbahasa Indonesia lihat istilahnya di akhir artikel ini). Ukuran tab yang telah di-pin akan menjadi kecil dan letaknya akan merapat ke deretan sisi paling kiri pada browser, terpisah dengan tab-tab lainnya yang tidak di-pin. Tab-tab yang di-pin ini hanya bisa digeser terbatas di antara tab yang di-pin lainnya, jadi kumpulan tab “wajib” ini akan selalu ada di sebelah kiri browser sehingga memudahkan kita untuk mengaksesnya. Jika kita membuka tab baru atau membuka link pada tab baru maka tab baru tersebut akan selalu terbuka di deretan tab normal di kanan meskipun kita mengklik dari salah-satu di antara tab yang di-pin.

Google Chrome fitur "Pin Tab"

Klik kanan dan pilih “Pin tab”.

Keuntungan yang paling saya rasakan adalah kumpulan tab yang telah di-pin ini akan selalu terbuka otomatis pada saat kita pertama kali menjalankan peramban web, jadi tidak usah repot lagi membuka situs web favorit satu-persatu. Keuntungan lainnya, dengan ukuran tab yang kecil maka tombol silang (X) untuk menutup tab dihilangkan sehingga kita terhindar dari ketidaksengajaan menutup tab. Tapi konsekuensinya, ukuran tab yang kecil ini menyebabkan kita tidak bisa melihat apakah ada update terbaru pada Gmail, Twitter, dll yang biasanya terlihat pada tab normal.

Untuk mengembalikan tab yang di-pin menjadi tab normal kembali (“Unpin tab”) dapat dilakukan dengan mengklik kanan pada tab yang di-pin kemudian pilih menu Unpin tab.

Catatan untuk peramban web dengan setelan bahasa Indonesia:

Istilah Pin tab menjadi:

  • Firefox : Jadikan Tab Permanen
  • Chrome : Sematkan tab
  • Opera : Pin tab

Istilah Unpin tab menjadi:

  • Firefox : Buang dari Tab Permanen
  • Chrome : Lepas sematan tab
  • Opera : Lepas tab

 


Respons

Beri Respons