Freemium

Free + Premium = Freemium

Freemium adalah sebuah model bisnis dimana perusahaan menawarkan layanan atau produknya secara free (gratis), tetapi layanan ini bisa di-upgrade ke layanan premium (berbayar) untuk mendapatkan fitur lebih. Strategi penerapan Freemium ini biasanya dipakai oleh perusahaan dengan layanan atau produk digital seperti program komputer, layanan online, games, media, dll. Perusahaan ini menawarkan layanannya dengan fitur-fitur yang dibatasi secara gratis sebagai strategi untuk menarik pengguna yang berpotensi memerlukan fitur-fitur tambahan yang berbayar. Target lainnya bisa juga pengguna yang telah menggunakan dan menyukai layanan gratis ini lama-kelamaan akan memerlukan fitur layanan yang lebih, dan diharapkan akan melakukan konversi menjadi pengguna berbayar.

Terdapat beberapa istilah yang sering muncul berkaitan dengan layanan freemium ini. Untuk versi gratis sering diistilahkan sebagai ‘Lite version‘, ‘Free version‘, ‘Basic version‘, dsb, sedangkan versi berbayar diistilahkan sebagai ‘Premium version‘, ‘Paid version‘, ‘Full version‘, dsb.

Fitur-fitur yang dibatasi pada pengguna gratis bisa bermacam-macam jenisnya, bisa pembatasan secara kuantitas ataupun secara kualitas. Berikut ini sedikit gambaran mengenai jenis-jenis pembatasan beserta contohnya:

  1. Pembatasan berdasarkan aspek fitur
    Versi gratis dari suatu software atau layanan online tidak menyertakan fitur-fitur tertentu, sedangkan versi berbayarnya menyediakan semua fitur.
  2. Pembatasan berdasarkan aspek kapasitas
    Versi gratis dari layanan ini misalnya hanya menyediakan kapasitas penyimpanan sebesar sekian gigabyte atau dibatasi sekian file, sedangkan versi berbayarnya menyediakan kapasitas lebih besar atau bahkan tidak dibatasi. Contohnya Google Drive dan Box.com Personal.
  3. Pembatasan berdasarkan aspek akses
    Versi gratisnya dibatasi hanya untuk penggunaan pada satu buah komputer atau oleh beberapa pengguna saja, sedangkan versi berbayarnya bisa digunakan untuk beberapa komputer atau oleh lebih banyak pengguna. Contohnya Wrike.com.
  4. Pembatasan berdasarkan aspek kelas pelanggan
    Versi gratis disediakan hanya untuk kelas pelanggan tertentu misalnya mahasiswa, guru, UKM, dll. Versi berbayarnya disediakan untuk pelanggan umum atau perusahaan yang tidak termasuk dalam kelas pelanggan gratis. Contohnya Google Apps for Work (berbayar) dan Google Apps for Education (gratis).
  5. Pembatasan berdasarkan aspek usaha
    Versi gratisnya menyediakan hampir semua fitur, tetapi ada fitur tertentu yang bisa didapat dengan melakukan berbagai berbagai aktifitas yang biasanya sulit ataupun memerlukan waktu untuk mencapainya. Fitur ini bisa dengan mudah didapat dengan cara menjadi pelanggan berbayar atau membeli ‘mata uang’ yang ada di dalam layanan tersebut (biasanya dalam game). Contohnya game LINE Let’s Get Rich dan Temple Run.
  6. Pembatasan berdasarkan aspek dukungan layanan
    Versi gratis tidak menyediakan dukungan bantuan misalnya untuk perbaikan atau instalasi via email, telefon, dsb. Versi berbayar menyediakan semua dukungan layanan bantuan.
  7. Pembatasan berdasarkan aspek waktu
    Versi gratis misalnya hanya bisa dinikmati beberapa kali saja dalam sebulan atau beberapa buah dalam sehari. Versi berbayar menyediakan lebih banyak. Contohnya situs Guru.com dan Time.com.
  8. Pembatasan berdasarkan aspek penggunaan bandwidth
    Versi gratis misalnya hanya bisa diakses dengan batas sekian gigabyte bandwidth, sedangkan versi berbayar menyediakan bandwidth lebih besar atau bahkan tidak dibatasi. Contohnya Multcloud.com.
  9. Pembatasan berdasarkan kombinasi berbagai aspek
    Kebanyakan layanan membatasi pengguna gratis dalam beberapa aspek seperti fitur, kapasitas, dukungan layanan, dll. Aspek-aspek yang dibatasi tersebut dapat dinikmati dengan menjadi pelanggan berbayar.

 


profile-avatar Arief Rahman Hakim
A WordPress enthusiast. Web designer & WordPress theme developer. Love photography & coffee.

Respons

Beri Respons