Cloud Computing atau Komputasi Awan

Bagi yang sering berkutat dengan internet saya yakin pasti sudah pernah mendengar istilah ‘Cloud Computing’, ‘Cloud Storage’ atau layanan ‘Cloud’. Atau jika dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi “Komputasi Awan”, “Penyimpanan Data (di) Awan” atau layanan “Awan”.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan istilah ‘Cloud’ atau “Awan” di bidang teknologi komputer/internet ini?

Istilah ‘Cloud’ yang sering disebut-sebut ini mengacu pada istilah di bidang komputer/internet yaitu ‘Cloud Computing’. Dulu saya juga bingung dan pernah bertanya ke Mbah Vicong tentang pengertian ‘Cloud’ ini. Yang saya tangkap dari penjelasan beliau, ‘Cloud’ ini secara teknis sebenarnya sama saja dengan pengertian “layanan berbasis internet” pada umumnya. Hanya saja, infrastruktur yang digunakan biasanya terdiri dari banyak komputer (server) yang digabungkan dan tentu saja diakses melalui jaringan internet. Mencuatnya istilah ‘Cloud’ ini dikarenakan sering dipakai sebagai istilah untuk keperluan pemasaran. Mungkin karena terdengar lebih canggih atau lebih futuristik, sehingga istilah ini digunakan sebagai pengganti istilah ‘online’. Untuk yang awam seperti saya, istilah ‘Cloud’ ini untuk mudahnya bisa diartikan sebagai “layanan online” saja.

Sebagai gambaran sederhana, sebuah perusahaan ‘Cloud’ membangun infrastruktur perangkat keras dengan banyak sumber daya komputer (di satu tempat ataupun di banyak tempat) dan digabungkan membentuk suatu sistem komputer server dengan kemampuan yang besar. Sistem ini bisa dipakai sendiri oleh perusahaan tersebut atau disewakan kepada pihak-pihak yang memerlukan sumber daya komputer tersebut. Contoh perusahaan yang menggunakannya untuk keperluan sendiri adalah Facebook dan Google, perusahaan-perusahaan ini memanfaatkan infrastruktur ‘cloud’ yang dimilikinya untuk mengoperasikan layanan mereka untuk dipakai oleh para penggunanya. Akan tetapi, Google juga menyediakan layanan ‘Cloud’ yang disewakan yaitu Google Cloud Platform. Untuk perusahaan ‘Cloud’ yang menyewakan sumber dayanya, pihak yang membutuhkan bisa menyewa sebagian (kecil ataupun besar) dari sumber daya tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Jenis sumber daya yang disewakan pun bisa bermacam-macam, tergantung layanan dari perusahaan ‘Cloud’ tersebut, bisa berupa “ruang” penyimpanan data dan jaringan saja, akses software yang ter-install di dalamnya, bahkan sampai infrastruktur IT-nya itu sendiri (penyimpanan data, jaringan, memory, kekuatan prosesor, dll).

Sebuah analogi yang cukup mudah dipahami saya dapat dari situs Cloud Indonesia, yang menganalogikan perusahaan ‘Cloud’ dengan PLN. PLN membangun infrastruktur dan sistem pembangkit listrik beserta jaringan distribusinya, kita sebagai pengguna yang membutuhkan listrik tinggal berlangganan kepada PLN sesuai dengan kebutuhan kita. Jika suatu saat kita ingin menaikkan atau menurunkan kapasitas listrik, kita tinggal menghubungi PLN saja tanpa harus pusing memikirkan urusan infrastruktur dan masalah teknis di belakangnya. Artinya, kita sebagai pelanggan PLN menyewa sebagian kecil dari sumber daya yang PLN miliki.

Kenapa diistilahkan dengan ‘Cloud Computing’ atau “Komputasi Awan”?

Penggunaan kata ‘Cloud’ ini konon katanya berasal dari simbol bergambar awan pada skema jaringan komputer. Simbol ini mewakili jaringan komputer yang kompleks ataupun mewakili internet. Di bawah ini adalah contoh gambar skema jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Infrastruktur dan sistem pendukung di dalam jaringan internet sering digambarkan dengan bentuk awan oleh praktisi-praktisi IT. Maka dari sinilah muncul istilah ‘Cloud’ yang secara harfiah artinya awan.

Cloud Computing / Komputasi Awan

Contoh penggambaran ‘Cloud Computing’, gambar dari Wikipedia bahasa Indonesia.

Nah, itulah penjelasan sederhana mengenai ‘Cloud Computing’ sejauh yang saya pahami. Mudah-mudahan sedikit menjawab tentang istilah ‘Cloud’ yang sering terlintas di dunia maya. Kalau ada yang mau menambahkan ataupun menyampaikan koreksi silakan berbagi di kolom komentar. 🙂


Respons

Beri Respons